Dampak Pubertas Dini Pada Anak

Sekarang ini, pubertas mulai mesti dihadapi teralu dini pada anak-anak berusia 8 dan 9 tahun. Mengapa hal tersebut terjadi dan risiko apa yang akan dihadapi pada pubertas dini ini? Inilah dampak pubertas dini pada anak

Selamat datang di salah satu website Alfian Herbal yang merupakan agen resmi Green World yaitu pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya. Kami melayani pesanan dan pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri, kami juga melayani pelanggan dengan sistem “Barang Sampai Baru Bayar“.

Dampak Pubertas Dini Pada Anak

Dampak Pubertas Dini Pada Anak

Dampak Pubertas Dini Pada Anak – Pubertas dini atau sering disebut pubertas prekoks adalah masa pubertas yang muncul pada usia yang lebih muda dari batas minimum, yaitu sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan, dan sebelum 9 tahun pada anak laki-laki. Menurut dua studi dari Amerika Serikat, awal pubertas bisa sedini 7,7 tahun pada anak perempuan dan sedini 7,6 tahun pada anak laki-laki. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pubertas prekoks, mari kita lihat selengkapnya di bawah ini.

Tanda dan gejala pubertas dini

Seperti yang dilansir dari MayoClinic, tanda-tanda dan gejala pubertas dini sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan 9 tahun pada anak laki-laki ini adalah sebagai berikut:

Tanda dan gejala pada anak perempuan:

  • Pertumbuhan payudara
  • Menstruasi pertama

Tanda dan gejala pada anak laki-laki

  • Testis dan penis membesar
  • Rambut wajah (biasanya kumis adalah yang pertama tumbuh)
  • Suara menjadi lebih “nge-bass”

Tanda dan gejala yang terjadi pada anak laki-laki dan perempuan

  • Rambut kemaluan atau ketiak
  • Pertumbuhan yang cepat
  • Jerawat
  • Bau badan seperti orang dewasa

Jika anak Anda mengalami tanda dan gejala di atas, buatlah janji dengan dokter anak Anda untuk evaluasi lebih lanjut.

Penyebab pubertas dini

Untuk memahami apa yang menyebabkan pubertas dini pada beberapa anak, Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menyebabkan munculnya pubertas. Proses ini melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Otak mulai memproses. Bagian otak membuat hormon yang disebut sebagai gonadotropin-releasing hormone (Gn-RH).
  • Kelenjar pituitari melepaskan lebih banyak hormon. Gn-RH menyebabkan kelenjar piituitari (kelenjar berbentuk kacang kecil di dasar otak) untuk melepaskan hormon lagi. Hormon-hormon tersebut disebut sebagai luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH).
  • Hormon seks diproduksi. LH dan FSH menyebabkan ovarium untuk memproduksi hormon yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan karakteristik seksual perempuan (estrogen) dan testis untuk memproduksi hormon yang bertanggung jawab pada pertumbuhan dan perkembangan karakteristik seksual laku-laki (testosteron).
  • Perubahan fisik terjadi. Produksi estrogen dan testosteron menyebabkan perubahan fisik pubertas.

Mengapa proses ini dimulai lebih awal di beberapa anak tergantung pada apakah mereka memiliki pubertas prekoks sentral atau pubertas prekoks perifer.

Pubertas prekoks sentral

Dalam pubertas prekoks sentral, proses pubertas dimulai terlalu cepat. Pola dan waktu dari langkah-langkah dalam proses puber bisa dikatakan normal. Bagi sebagian besar anak-anak dengan kondisi ini, tidak ada masalah medis yang mendasari dan tidak ada alasan yang teridentifikasi untuk pubertas dini.

Dalam kasus yang jarang terjadi, mungkin ini juga dapat menjadi penyebab pubertas prekoks sentral, seperti:

  • Tumor di otak atau sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat).
  • Kecacatan di otak dari lahir, seperti penumpukan cairan yang berlebihan (hydrocephalus) atau tumor bersifat kanker (hamartoma).
  • Radiasi pada otak atau sumsum tulang belakang.
  • Cedera otak dan sumsum tulang belakang.
  • Sindrom McCune-Albright (penyakit genetik yang mempengaruhi tulang dan warna kulit, yang menyebabkan masalah hormonal).
  • Hiperplasia adrenal kongenital (sekelompok gangguan genetik yang melibatkan produksi hormon abnormal oleh kelenjar adrenal).
  • Hypothyroidism (kondisi kelenjar tiroid yang tidak menghasilkan cukup hormon).

Pubertas prekoks perifer

Estrogen atau testosteron dalam tubuh anak Anda menyebabkan jenis pubertas dini ini. Pubertas prekoks perifer terjadi tanpa keterlibatan hormon (Gn-RH) di otak yang biasanya memicu awal pubertas. Sebaliknya, penyebab utamanya adalah pelepasan estrogen atau testosteron ke dalam tubuh karena ada masalah dengan ovarium, testis, kelenjar adrenal atau kelenjar pituitari.

Penyebab terjadinya pubertas prekoks perifier terhadap anak perempuan dan laki-laki, yaitu:

  • Tumor di kelenjar adrenal atau kelenjar pituitari yang mengeluarkan estrogen atau testosteron.
  • Sindrom McCune-Albright
  • Paparan pada sumber eksternal estrogen atau testosteron, seperti krim atau salep.

Pada anak perempuan, kondisi ini juga dapat dikaitkan dengan:

  • Kista ovarium
  • Tumor ovarium

Pada anak laki-laki, pubertas prekoks perifier juga disebabkan oleh:

  • Tumor di sel yang membuat sperma (sel germ) atau dalam sel yang membuat testosteron (sel Leydig).
  • Mutasi gen (kelainan langka yang disebut sebagai prekositas seksual familial gonadrotopin-independen, ia disebabkan oleh kecacatan dalam gen sehingga mengakibatkan produksi awal testosteron pada laki-laki, biasanya antara usia 1-4 tahun).

DampakNya pada anak

Ketidaksiapan tubuh untuk mengalami pubertas dapat menyebabkan ketidakseimbangan pertumbuhan pada anak, akibatnya pertumbuhan fisik dan mentalnya menjadi tidak optimal. Dampak pubertas dini secara fisik adalah pertumbuhan badan yang cenderung pendek. Anak yang mengalami pubertas dini mungkin mengalami pertambahan tinggi badan yang cepat pada awalnya, namun saat dewasa ia memiliki tinggi badan di bawah normal untuk individu seusianya. Penanganan dini dibutuhkan untuk mengatasi perkembangan tinggi badan pada anak yang mengalami pubertas dini.

Pubertas dini juga akan menyebabkan anak sulit beradaptasi secara emosional dan sosial. Masalah kepercayaan diri atau merasa kebingungan paling sering dialami oleh anak perempuan yang mengalami pubertas dini karena perubahan fisiknya. Selain itu, perubahan perilaku dapat terjadi pada anak laki-laki maupun perempuan akibat perubahan mood, dan cenderung lebih cepat marah. Anak laki-laki dapat cenderung menjadi agresif dan memiliki dorongan seks yang tidak sesuai dengan usianya.

Berbagai kemungkinan penyakit serius merupakan penyebab anak Anda mengalami pubertas dini, dampak perkembangan pada anak juga masih dapat dirasakan saat anak beranjak dewasa. Oleh karena itu, penanganan sedini mungkin diperlukan untuk menangani efek dari pubertas dini pada anak. Jika Anda menemukan berbagai tanda pubertas dini pada anak Anda, segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

Itulah tadi informasi seputar pubertas dini yang meliputi tanda, gejala, penyebab serta dampak pubertas dini pada anak. Terima kasih telah berkunjung dan semoga bermanfaat

Terus kunjungi situs https://carapemesananbraincarecapsule.wordpress.com untuk update informasi penting dan bermanfaat seputar kesehatan.

Dampak Pubertas Dini Pada Anak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s